facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Portofolio Karya Arsitektur
    • Cagar Budaya
    • Hunian
    • Usaha
    • Ibadah
    • Sosial Budaya
    • Manajemen Konstruksi
    • nonArsitektur
  • Kumpulan Tulisan
    • Catatan Sami
    • UngKAPAN arsitekku
  • Tentang Kami

UngKAPAN arsitekku

Rumah Anda sudah tidak senyaman dahulu?  Periksa, apakah sirkulasi udaranya masih baik?

Rumah yang baik adalah rumah yang dirancang dengan sirkulasi udara yang baik sehingga nyaman untuk ditinggali.

Banyak rumah yang setelah dihuni lama semakin terasa tidak senyaman dahulu, kala pertama ditinggali. Salah satu penyebabnya bukan lain karena sirkulasi udara yang kian memburuk dari waktu ke waktu, tanpa kita sadari.

Rumah bisa kian terasa panas selain disebabkan oleh suhu bumi yang kian meningkat sebagai dampak pemanasan global yang terus terjadi, juga ditambah lagi karena angin tidak lagi bebas untuk keluar masuk rumah.  

Ada 2 hal yang bisa dipilih, membiarkan udara bergerak bebas atau membatasi pergerakan (sirkulasi) udara.

Kenapa sirkulasi udara harus dibatasi?

Karena untuk menghindari kunjungan serangga, khususnya serangga terbang seperti nyamuk, lalat, atau pun laron masuk ke rumah kita. Sampai saat ini sepertinya belum ditemukan cara jitu bagaimana mengatasi hal ini tanpa mengganggu jalannya sirkulasi udara.

Untuk mengatasi nyamuk di rumah, yang paling banyak dilakukan adalah dengan memasang kawat (kasa) nyamuk.

Nah, penggunaan kasa nyamuk ini selain menahan serangga terbang masuk juga bisa menyaring  debu dan kotoran, yang karena perubahan cuaca menempel di kasa nyamuk dan lama kelamaan kian menghalangi aliran udara yang akan masuk mau pun keluar rumah. Hal inilah yang bila tidak dirawat dengan baik membuat kita merasa sumuk (gerah) di dalam rumah.



Cara merawatnya ya sederhana saja, dengan cara rajin dan rutin membersihkannya.

Apabila sirkulasi udara terhambat, maka penghuni rumahlah yang paling merasakan dampaknya, mulai dari di rumah terasa sumuk hingga penyakit pun bisa berdatangan silih berganti.

Mengingat letaknya yang kadang sulit dijangkau, membersihkan kasa nyamuk bisa dilakukan setiap enam bulan sekali atau minimal setahun sekali. Selain membersihkan kasa nyamuk juga jangan lupa area lubang ventilasinya sekalian dibersihkan.



Cara membersihkannya dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari menggunakan kuas, sikat, penyedot debu (vacuum cleaner), hingga menggunakan air dan sabun, hal itu tergantung bahan kasa yang digunakan.



Bila telah dibersihkan, maka Anda akan merasakan perbedaannya di satu atau dua hari ke depan paling lama.

Jadi jangan lupa membersihkan kasa nyamuk di rumah Anda agar rumah selalu nyaman untuk ditinggali.

Sirkulasi udara lancar, kita pun sehat. 


| 7 Juni 2021 | samidirijono |
(foto diambil dari koleksi pribadi dan berbagai sumber)


Juni 07, 2021 No Post a Comment

penjurianKegiatan penghargaan yang telah dilaksanakan untuk ke-7 kalinya sejak tahun 2003 oleh Departemen Pekerjaan Umum dan IAI tidak pernah absen dilibatkan dalam kepanitiaan penghargaan ini sejak awal. Untuk penghargaan tahun 2009 kali ini mengambil tema Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi Dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi.

Untuk penyelenggaraan PKKI kali ini sudah lebih maju dibanding tahun-tahun sebelumnya, di mana untuk kali ini telah dapat dilaksanakan sosialisasi penghargaan di beberapa kota di tanah air. Panitia dibagi dalam beberapa kelompok untuk tugas ini, IAI mendapat tugas sosialisasi di kota Surabaya (Jawa Timur), Pontianak (Kalimantan Barat), dan Mataram (Lombok).

Popo Danes  & istriJuga telah dilaksanakan tinjauan terhadap karya calon pemenang penghargaan, di mana IAI ikut serta dalam tim peninjau saat Prof. Eko Budihardjo mewakili para juri melakukan tinjauan terhadap bangunan Ubud Hanging Garden di Ubud, Bali sebagai tahap akhir penjurian guna memastikan bahwa karya ini memang patut untuk diberi penghargaan. Akhirnya Ubud Hanging Garden yang merupakan karya Popo Danes, IAI dipastikan memenangkan penghargaan untuk kategori teknik arsitektur.

Susunan Dewan Juri

  1. Prof. Ir. Eko Budihardjo, MSc (akademisi)
  2. Prof. Ir. Johan Silas (akademisi) - absen saat penjurian
  3. Prof. Dr. Ir. Chaidir A. Makarim (profesi) - absen saat penjurian
  4. Dr. Ir. Akhmad Suradji (akademisi)
  5. Ir. R. Bambang Goeritno, Msc., MPA (pemerintah)
  6. Ir. Mashudi, Dipl.HE (profesi)
  7. Ir. Suharyono, M.Eng (pemerintah)
  8. Ir. Suhartono (profesi)
  9. Ir. Davy Sukamta (profesi)
  10. Ir. Bambang Eryudhawan (profesi) - wakil dari IAI

Jumlah peserta

  • Kategori Teknik Konstruksi : 8 karya
  • Kategori Teknologi Konstruksi : 3 karya
  • Kategori Teknik Arsitektur : 4 karya
  • Kategori Teknologi Tepat Guna : 1  karya
  • Catatan:
    Di luar ke-16 karya di atas, saat penyaringan administrasi oleh panitia ditemukan 2 karya belum diwujudkan, sehingga keduanya dimutasi ke panitia lomba karya ilmiah dan saat berlangsungnya penjurian ditemukan pula 1 karya belum diwujudkan sehingga tidak diberi penilaian oleh dewan juri

Pemenang penghargaan

  • Kategori Teknik Konstruksi
    Sistem Perkuatan Tanah dengan Metode Bored Pile dan Soil Cement pada Lokasi Tambang Batu Bara, Sebuku, Kalimantan Selatan karya PT Pembangunan Perumahan
  • Kategori Teknologi Konstruksi
    Tidak ada pemenang
  • Kategori Teknik Arsitektur
    Ubud Hanging Garden,
    Bali karya Arsitek Popo Danes, IAI
  • Kategori Teknologi Tepat Guna
    Turbidity Certain
    untuk Menahan Sedimen pada Proyek Pembangunan Jalan/Jembatan Ruas Banda Aceh-Lamno karya PT Wijaya Karya

Penganugerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum, Joko Kirmanto di Taman Mini Indonesia Indah pada tanggal 30 November 2009 dan disiarkan dalam siaran tunda oleh Metro TV.

Demikian laporan singkat kegiatan PKKI tahun 2009 dan bersama laporan ini kami sampaikan untuk IAI sebuah buku yang dibuat oleh Panitia PKKI, buku Penghargaan Karya Konstruksi Indonesia 2009 yang merupakan liputan karya pemenang sebagai pelengkap laporan ini.

Jakarta, 8 Februari 2010

Samidirijono

 

catatan: laporan ini dipublikasikan di situs IAI pada 24 April 2010

Juli 14, 2010 No Post a Comment

Tulisan ini diangkat dari penjelasan atas permintaan seorang kawan, arsitek senior, tentang penyelenggaraan Seminar Seks dan Arsitektur, yang kutipan permintaannya begini "tolong diterangin dikit donk maksud temanya tuh, ntar udah pada 'hot' dateng eeh kagak ade ape2nya..."

Ah pura-pura tidak tahu atau cuma mau ngetes doang nih? Karena yang namanya arsitek itu pasti paham tentang arsitektur dan paham akan seks kan he.he.he...

Nah berikut ini adalah gambaran singkat tentang maksud seminar Seks dan Arsitektur itu. Yang diharapkan dari seminar ini, ada atau tidak ada hubungan keduanya--antara seks dan arsitektur.

Contoh, Marilyn Monroe yang hot itu dalam salah satu peran di film The Seven Year Itch di tahun 1954 kan ada adegan yang mengibar-kibarkan roknya tepat di atas tempat (lubang) yang terdapat angin kencang yang berhembus ke atas. Michael Jackson juga dalam salah satu aksi panggungnya bermain-main dengan angin yang dihembuskan dari bawah. Michael laki-laki, Marilyn perempuan, meski beda kelamin tapi sama-sama suka adegan itu. Lantas apa hubungannya dengan angin ya?

Dulu sewaktu kuliah di arsitektur dikenal istilah angin arsitektur, yaitu angin yang bisa berkelok-kelok terserah bagaimana tangan ini mulai menggoreskan pensil atau tinta di denah atau potongan bangunan yang sedang dirancang, di mana angin itu bisa berkelok-kelok lantas keluar di tempat yang diinginkan. Padalah kenyataannya sih boro-boro, yang kebanyakan terjadi justru di tempat itu mati angin!

Nah Marilyn dan Michael merupakan dua orang dengan jenis kelamin yang berbeda tapi keduanya suka dengan adegan angin. Efek yang dihasilkan oleh angin tadi berbeda untuk pria dan wanita itu. Sang wanita terkesan malu dan berusaha menutupi roknya yang berkibar terkena hembusan angin, sementara sang pria justru menjadikan hembusan angin itu untuk menampilkan kesan keperkasaannya. Dari segi arsitektur, perancang harus pandai menempatkan arah hembusan angin agar tidak vulgar, untuk menampilkan kedua kesan yang bertolak belakang tadi. Itulah gambaran dari seks dan arsitektur.

Contoh lain, kalau kita melihat Tugu Monas (Monumen Nasional) banyak yang berpendapat itu maskulin karena menampilkan kejantanan pria (lingga). Tapi apa betul itu hanya melambangkan maskulin? Kalau kita mau memperhatikan dengan perasaan yang lebih mendalam, Monas itu melambangkan puncak hubungan cinta kasih antara pria dan wanita (suami-istri) secara timbal-balik. Tidak percaya?

Coba perhatikan dan amati baik-baik Tugu Monas. Kalau dari sudut seksologi itu melambangkan posisi pria di bawah dan wanita di atas. Belum percaya juga? Lihat gambar, bayangkan dalam pikiran Anda di sana bentuk penis (lingga) yang menembus vagina (yoni). Jadi Monas itu bukan lambang kejantanan semata, tapi lebih tepat sebagai lambang cinta kasih yang harus dibangun di negeri ini. Cuma sayang rakyatnya belum sadar, sehingga masih pada berkelahi melulu.

Itu penjelasan versi pribadi, kalau mau tahu penjelasan yang lebih jelas silahkan baca di leaflet, sedangkan kalau mau tahu detailnya ya kudu datang ke seminar Seks dan Arsitektur tanggal 25-26 Maret 2010 di Kampus Universitas Tarumanagara, he.he.he....

| 11 Maret 2010 | samidirijono | arsitek |

 

  • Sumber tulisan adalah e-mail kepada Firdauzy Noor tanggal 10 Maret 2010.
  • Sumber foto dari internet dan koleksi pribadi.

 

sumber: http://balaijumpa.blogspot.com/2010/03/seks-dan-arsitektur.html

 

Maret 13, 2010 No Post a Comment

Dalam perbincangan pagi 18 Februari 2010 di sebuah stasiun radio swasta, Nuim Khaiyath mengatakan, bahwa dalam buku Inside the Third World disebutkan salah satu ancaman bagi Indonesia adalah masalah banjir. Menurutnya hal ini terjadi karena tanah telah tertutup oleh bangunan semua sehingga curah hujan yang begitu besar tidak dapat terserap oleh tanah.

Pembicaraan mengenai banjir ini mengingatkan kembali perbincangan ringan kami beberapa waktu yang lalu. Salah satu yang menyebabkan air hujan langsung menyentuh tanah adalah karena dinas pertamanan kita punya kebiasaan yang salah, yakni memangkas pohon pada saat musim hujan. Memang alasan pemangkasan pohon biasanya adalah karena cabang pohon dikhawatirkan patah atau cabang pohon menjadi terlalu rendah sehingga mengenai kendaraan yang lewat di bawahnya.

Tidak tahu bagaimana di kota-kota lain, tapi di Jakarta ini bila kita perhatikan telah ada perubahan cara memangkas pohon yang dilakukan dinas pertamanan, ini terjadi sejak era Sarwo Handayani memimpin di dinas pertamanan dulu, pohon-pohon dipangkas atau lebih tepat mungkin bila istilahnya ditebang--karena biasanya setelah pemangkasan hanya tersisa batang pohon besar--sudah jauh lebih tinggi dari era sebelumnya. Yang tadinya "penebangan" pohon dilaksanakan pada ketinggian 2 hingga 3 meter, pada era Handayani telah dilaksanakan pada ketinggian 3 hingga 5 meter, meski cara pemotongan masih relatif sama, yakni babat habis hingga tinggal batang besar.

Dengan cara pemangkasan seperti itu, kelak beberapa tunas yang akan tumbuh menjadi cabang baru berkecendrungan terjadi di seputar bekas batang terpotong dan ini pula salah satu yang mengakibatkan cabang pohon mudah patah di kemudian hari, selain karena pohon angsana yang biasanya ditanam di bahu jalan di Indonesia ini dari Jakarta sampai Merauke atau Sabang memang bukan dari jenis kayu tanaman keras yang tidak mudah patah. Namun akibat cara penerapan kebijakan yang salah (keseragaman) di zaman yang lalu, tanaman ini akhirnya menjadi semacam tanaman wajib yang dapat kita jumpai di seantero negeri ini.

Penanaman angsana yang dipakai untuk menggantikan akasia sebelumnya, semula hanya dimaksudkan sebagai tanaman sementara yang berfungsi untuk peneduh dan penyerap polusi, karena kedua tanaman ini memang tergolong cepat pertumbuhannya. Rencana selanjutnya adalah di sela-sela jajaran pohon ini akan ditanami jenis pohon tanaman keras yang tidak mudah patah, guna menggantikan pohon-pohon angsana ini kelak, namun rencana ini tidak pernah terwujud.

Pohon besar dan rindang salah satu fungsinya adalah dapat menahan air hujan yang tercurah dari langit agar tidak langsung jatuh ke permukaan bumi (tanah) namun fungsi ini seperti sudah tidak begitu disadari oleh kita sekalian, karena sekarang ini sudah jarang terdapat pohon besar nan rindang yang dapat menjadi tempat berteduh di kala hujan. Padahal pohon besar nan rindang bisa menahan air dalam jangka waktu setengah hingga satu jam lebih sebelum air itu menetes atau pun mengalir melalui batang dan ini artinya memberi kesempatan air yang ada dipermukaan tanah meresap atau mengalir terlebih dahulu, sehingga ini menjadi salah satu unsur pencegah banjir.

Pohon rindang dari jumlah daunnya yang banyak menyebabkan ia mempunyai luas permukaan yang lebar sehingga dapat berfungsi menampung air dalam jumlah besar. Itulah pulalah sebab kenapa di kala hujan cabang pohon itu jadi lebih rendah dari biasanya atau bahkan bisa patah akibat menahan berat beban air yang cukup besar tadi. Jadi sebaiknya pepohonan tidak dipangkas di kala musim hujan, kalau pun terpaksa dipangkas sebaiknya hanya untuk cabang tertentu yang memang telah menjadi terlalu rendah.

Tulisan ini dapat melengkapi tulisan Banjir Karena Ulahku sebelum ini.

| 18 Februari 2010 | samidirijono | arsitek |

sumber: http://balaijumpa.blogspot.com/2010/02/pohon-rindang-unsur-pencegah-banjir.html

 

Februari 24, 2010 No Post a Comment

Kebetulan tadi siang ada janji dengan seseorang di Mall of Indonesia (MOI) Kelapa Gading, maka kepikiran mungkin selesai pertemuan bisa sekalian membeli baterai untuk kamera di sana. Namun ternyata toko yang ada di sana tidak menjual baterai kamera. Pramuniaga dengan ramah menjelaskan bahwa baterai kamera dapat dibeli di service center yang tidak jauh dari lokasi dan memberikan secarik kertas kecil yang berisikan alamat service center mereka.

Karena alamatnya tidak jauh, yakni di Jln. Raya Boulevard Barat maka sepulang dari MOI mampirlah ke sana. Service center terletak di kompleks ruko demikianlah masyarakat biasa menyebutnya. Disebut ruko atau rumah toko walau pada kenyataannya kebanyakan bangunan itu hanya menjadi toko, karena sangat jarang ditinggali, kalau pun ada biasanya yang tinggal di sana hanya para penjaga toko. Hal ini terjadi konon kabarnya karena membuat izin mendirikan ruko lebih mudah daripada izin membuat toko atau pertokoan. Kalau memang betul begitu, tentunya sungguh aneh peraturan di Indonesia ini ya?

Seperti kondisi kebanyakan deretan ruku-ruko di sepanjang Boulevard Kelapa Gading ini, bila kita perhatikan di sekitar area parkir ruko-ruko di sana hampir semuanya tipikal sama, yakni kondisi jalan parkir kendaraan hampir rata-rata rusak. Sedangkan di daerah Boulevard Barat yang dikenakan biaya parkir jam pertama Rp3000,00 dan Rp1.500,00 tiap tambahan jam berikutnya pun masih juga kita temukan kondisi jalan area parkir yang rusak dan tidak kunjung diperbaiki. Kenapa begitu?

Beberapa tahun yang lalu Ikatan Arsitek Indonesia pernah diundang untuk menghadiri rapat pihak-pihak yang berkepentingan di sana, seperti pemerintah daerah (pemda) setempat dan developer guna mencari titik temu di antara mereka mengenai kondisi perparkiran di Kelapa Gading. Saya kebetulan yang diutus Ketua Umum IAI saat itu untuk hadir dalam rapat tersebut. Rapat yang salah satunya membahas tentang masalah perparkiran di sana, di mana masing-masing pihak yang berkepentingan mempunyai pandangan yang berbeda tentang siapa sebetulnya yang memikul beban tanggung jawab untuk perbaikan di area parkir.

Berangkat dari sana pertanyaan ini sempat mengusik kembali dalam benak, "Apakah sampai hari ini masih terjadi lempar tanggung jawab antara developer dengan pemerintah daerah?" Di mana developer tidak berkehendak memperbaiki jalan dengan alasan pemda telah menarik retribusi parkir di sana sehingga merupakan kewajiban pemda untuk memperbaiki area parkir yang rusak, sedangkan pemda tidak merasa perlu memperbaiki jalan itu karena menurut pemda jalan itu belum diserahkan kepada pemda. Bila benar demikian, siapa yang dirugikan akibat perbedaan pandangan itu? Tentu saja para pemilik ruko dan masyarakat pengunjung ruko, karena dengan kondisi area parkir banyak yang rusak menjadi tidak nyaman untuk berkendara di situ. Masa iya perbaikan area parkir harus menjadi tanggung jawab pemilik ruko?

Mudah-mudahan kondisi jalan rusak di area parkir yang ada saat ini bukan karena masih berujung pada permasalahan yang sama. Tapi bisa saja hal seperti ini juga terjadi di tempat-tempat lain dan rasanya masyarakat atau publik berhak menuntut pihak-pihak terkait bila hal ini benar-benar terjadi, dengan dasar hukum undang-undang perlindungan konsumen tentunya.

Dan yang lebih aneh lagi, di Jakarta ini khususnya, di mana-mana untuk parkir kok bayar!

| 10 Februari 2010 | samidirijono | arsitek |

 

sumber: http://balaijumpa.blogspot.com/2010/02/area-parkir-tanggung-jawab-siapa.html

 

Februari 24, 2010 No Post a Comment
Newer Posts
Older Posts

inFormasi

  • info LOKER ++
    Staff Kantor Notaris PPAT
  • info karier
    Therapist | Jabotabek
  • info Kegiatan
    terampil bekerja dengan ai 5-8 Oktober 2026
  • job vacancies
    Backend Developer, Backend Developer
Perlihatkan 3 Perlihatkan Semua

HOT BULAN INI

  • Sejarah KEBAYORAN BARU
  • Pandangan dan Harapan Pengguna Jasa Arsitek Terhadap Arsitek Indonesia
  • Candi Borobudur

Populer

  • Pandangan dan Harapan Pengguna Jasa Arsitek Terhadap Arsitek Indonesia
  • Pejaten Raya dan Pejalan Kaki
  • Sejarah KEBAYORAN BARU

terAnyar

perTinggal

  • ▼  2026 (1)
    • ▼  Mei (1)
      • Tanaman (pagar) Teh-tehan
  • ►  2025 (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2023 (1)
    • ►  November (1)
  • ►  2021 (2)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Juni (1)
  • ►  2010 (7)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (5)
  • ►  2009 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  Mei (9)

ruang Baca

  • mariWARAS
    Sistem 15 Cakra (Sha-Ka-Ra)
    5 hari yang lalu
  • camKan
    Kisah Singa, Rubah, dan Keledai
    6 hari yang lalu
  • pos Ngakak
    Kebutuhan Istri vs Suami
    1 minggu yang lalu
  • catatan sami
    Siapa Tak Kenal Presiden Senegal Bassirou Diomaye Faye?
    1 tahun yang lalu
Perlihatkan 1 Perlihatkan Semua

About me

foto
a r s i t e k   s a m i
di UngKAPAN arsitekku ini adalah tempat kita berbagi dan diskusi seputar hal-hal yang berhubungan dengan arsitektur ... selengkapnya tentang profesi kami
arsitektur bencana elemen infrastruktur interior lingkung bina material panduan pedestrian penghargaan peraturan ruang publik sejarah sirkulasi udara tata letak transportasi
Kebijakan Privasi | Penafian | Hubungi Kami

Created with by ThemeXpose