facebook google twitter tumblr instagram linkedin
  • Portofolio Karya Arsitektur
    • Cagar Budaya
    • Hunian
    • Usaha
    • Ibadah
    • Sosial Budaya
    • Manajemen Konstruksi
    • nonArsitektur
  • Kumpulan Tulisan
    • Catatan Sami
    • UngKAPAN arsitekku
  • Tentang Kami

UngKAPAN arsitekku

JANGAN NGAKU ANAK KEBAYORAN, KALAU ENGGAK TAHU SEJARAHNYA 

Dahulu Jakarta hanya sampai Dukuh Atas (Kali Malang). 
#KebayoranBaru, Jakarta Selatan ... masih jauuuuh dari sana .... 
Mulai dari Ratu Plaza ... ke Jln. Senopati, Suryo, Wijaya, Dharmawangsa, Brawijaya, Panglima Polim, Barito, Gandaria, Velbak, Pakubuwo, Hanglekir ... kembali ke Ratu Plaza .... 
Di dalam lingkaran tersebut ... adalah Kebayoran Baru ... di luarnya masih kampung. 

......


Sejarah KEBAYORAN BARU Jakarta Selatan


Kebayoran Baru merupakan wilayah pemukiman baru yang dirancang setelah kemerdekaan Indonesia, seperti juga daerah Pejompongan. Kebutuhan pemukiman cukup mendesak karena Jakarta memerlukan banyak fasilitas publik sebagai pusat pemerintahan Indonesia.

Wilayah ini dirancang oleh H Moh. Soesilo pada tahun 1948. Soesilo adalah murid Thomas Karsten, arsitek Hindia Belanda yang ikut merancang Bandung, Malang, dan Bogor pada masa penjajahan. Konsep yang digunakan adalah kota taman, konsep yang banyak dipakai oleh para pengembangan properti modern. Dalam konsep ini, ruang terbuka hijau sebagai ruang milik publik mendapat perhatian khusus. Lokasi yang dipilih adalah daerah dekat Stasiun Kebayoran di sisi timur Kali Grogol.

peta rencana kota

Peletakan batu pertama dilakukan pada 8 Maret 1949, dan selesai pada tahun 1955.[1] Pembangunan Kebayoran Baru dilaksanakan perusahaan Belanda bernama Centrale Stichting Wederopbouw, sering disingkat CSW, yang berdiri pada Agustus 1948. Dahulu kantor CSW terletak beberapa ratus meter sebelum Terminal Blok M, berhadapan dengan kantor Kejaksaan Agung.[2] Sebagai sarana pendukung, dibangunlah Jalan Jendral Sudirman untuk menghubungkan Kebayoran Baru dengan pusat kota melalui Dukuh Atas.


Selain memiliki lahan peruntukan ruang terbuka hijau yang memiliki fungsinya masing-masing di kawasan kota baru Kebayoran seluas kurang lebih 730 Ha ini, dibangun unit-unit perumahan dan pertokoan yang ditempatkan berdasarkan blok-blok. Masing-masing blok dinamai berdasarkan abjad, dari Blok A hingga Blok S. Berdasarkan perbandingan antara Peta Masterplan Rentjana Kota Baru Kebajoran yang terbit pada awal tahun 1950-an dengan peta sekarang, batas dari masing-masing blok tersebut diperkirakan adalah, sebagai berikut:

  • Blok A di bagian barat berbatasan dengan Jln. Panglima Polim Raya; di utara berbatasan dengan Jln. Kramat Pela; sebelah timur dan selatan berbatasan dengan Jln. Petogogan.
  • Blok B di bagian barat berbatasan dengan Jln. Barito; di utara dengan Jln. Gandaria Tengah 3; di sebelah timur dengan Jln. Gandaria 1; serta sebelah selatan berbatas dengan Jalan Kramat Pela.
  • Blok C di bagian barat berbatas dengan Jln. Panglima Polim Raya; bagian utara dengan Jln. Kyai Maja; bagian timur berbatas dengan Jln. Barito; serta sebelah selatan berbatasan dengan Jln. Barito.
  • Blok D pada sisi barat berbatasan dengan Jln. Barito; utara dengan Jln. Kyai Maja; timur berbatasan dengan Jln. Gandaria 1; selatan berbatasan dengan Jln. Gandaria Tengah 3.
  • Blok E batas bagian barat adalah Jln. Bumi; utara dengan Jln. Taman Pakubuwono VI; timur dan selatan berbatasan dengan Jalan Kyai Maja.
  • Blok F bagian barat berbatasan dengan Jln. Sisingamangaraja; bagian utara dengan Jln. Taman Pakubuwono VI; timur berbatasan dengan Jln. Bumi; bagian selatan berbatasan dengan Jalan Kyai Maja.
  • Blok G pada bagian barat dibatasi dengan Jln. Hang Lekir; bagian utara dibatasi Kali Grogol atau Jln. Martimbang; sebelah timur dibatasi Jln. Terusan Hang Lekir II; serta bagian selatan dibatasi Jalan Taman Pakubuwono VI.
  • Blok H di bagian barat dibatasi oleh Jln. Sisingamangaraja; bagian utara dibatasi Jln. Asia Afrika; bagian timur oleh Jalan Hang Lekir; dan bagian selatan Jalan Taman Pakubuwono VI.
  • Blok I pada bagian barat berbatasan dengan Jln. Gunawarman; pada bagian utaranya dibatasi oleh Jln. Senopati; bagian timur Jln. Sisingamangaraja; dan bagian selatannya dibatasi Jln. Mataram 1.
  • Blok J di bagian barat berbatasan dengan Jln. Suryo; bagian utara berbatasan dengan Jln. Taman Mpu Sendok; di sebelah timur dibatasi oleh Jln. Gunawarman; dan sisi selatannya Jln. Wolter Monginsidi.
  • Blok K pada sisi barat dibatasi oleh Jln. Gunawarman; bagian utara oleh Jln. Mataram 1; bagian timur Jln. Sisingamangaraja; serta bagian selatan Jln. Trunojoyo.
  • Blok L di bagian barat dan selatan berbatasan dengan Jln. Wijaya 1; bagian utara Jln. Wolter Monginsidi; dan sebelah timur berbatasan dengan Jln. Iskandarsyah.
  • Blok M dibatasi oleh Jln. Iskandarsyah di bagian barat; Jln. Trunojoyo di bagian utara; Jln. Panglima Polim Raya di bagian timur; dan Jln.  Melawai Raya di bagian selatan.
  • Blok N dibatasi oleh Jln. Wijaya 9 di bagian barat; di utara berbatasan dengan Jln. Melawai Raya; di bagian timur dibatasi Jln. Panglima Polim Raya; dan pada bagian selatan dibatasi Jalan Wijaya 2.
  • Blok O berbatasan dengan Kali Krukut atau Jln. Wijaya Timur Raya di bagian barat; di sebelah utara berbatasan dengan Jln. Wijaya 1; bagian timur dan selatan dibatasi oleh Jln. Prapanca.
  • Blok P pada bagian barat dibatasi Jln. Prapanca Raya; Jln. Wijaya 2 di bagian utara; di bagian timur dibatasi Jln. Panglima PolimRaya; serta bagian selatan dibatasi Jln. Darmawangsa 15.
  • Blok Q berbatasan dengan Jln. Suryo di bagian barat; Jln. Kertanegara di bagian utara; Jln. Ciragil Barat dan Ciragil Timur di bagian timur; dan Jln. Wolter Monginsidi pada bagian selatan.
  • Blok R dibatasi oleh Jln. Suryo pada bagian utara; Jln. Senopati di bagian utara; Jln. Erlangga di bagian timur; serta Jln. Kertanegara di selatan.
  • Blok S dibatasi oleh Kali Krukut di bagian barat; Jln. Bakti dan Jln. Cemara di bagian utara; Jln. Suryo di bagian timur; dan Jln. Wolter Monginsidi di bagian selatan.


Ada beberapa jenis atau tipe rumah yang dibangun di kawasan kota baru Kebayoran, yakni tipe bangunan Vila dan Vila Bertingkat, Rumah Sedang, Rumah Rakyat Permanen dan Semi Permanen. Selain bangunan permukiman, dibangun pula Toko Besar dan Sedang, serta persediaan untuk Gedung-gedung Khusus. Tipe-tipe perumahan tersebut dibangun berdasarkan atas luas atau lebar jalan tempat bangunan didirikan. Semakin luas atau lebar jalan, semakin besar bangunan yang terletak di tepi jalan itu.

Bangunan rumah tipe Vila dan Vila Bertingkat tersebar di Blok C, Blok D, Blok E, Blok G, Blok H, Blok I, Blok K, Blok L, Blok N, serta Blok O.

Bangunan tipe Rumah Sedang dibangun di Blok B, Blok C, Blok D, Blok E, Blok N, Blok O, Blok P, Blok R, serta Blok S. Perumahan Rakyat Permanen dan Semi Permanen dibangun di Blok A, Blok K, Blok Q, dan Blok S.

Bangunan-bangunan Toko Besar dan Sedang dibangun di Blok C, Blok H, Blok M, dan Blok Q. Adapun persediaan untuk Gedung-gedung Khusus dibangun di seluruh Blok yang ada.

Seperti yang dipaparkan di atas, selain membangun rumah dibangun pula ruang terbuka hijau yang diperuntukkan sebagai taman, lapangan olahraga maupun daerah tangkapan air berupa danau/situ. Pembangunan taman hampir terdapat di seluruh Blok. Taman Makam dibangun di Blok B, Blok D, serta Blok P (kini telah tergusur). Adapun danau atau situ terdapat di Blok C. Akibat perubahan pemukiman, hingga kini tinggal beberapa taman yang masih eksis di kota baru Kebayoran.

Sementara itu, Kebayoran Lama dahulu adalah wilayah terbarat dari Kotamadya Jakarta Selatan. Namun semenjak dimekarkan menjadi dua kecamatan baru, Kebayoran Lama dan Pesanggrahan, maka sebagian wilayah kelurahan Kebayoran Lama masuk ke dalam wilayah Pesanggrahan yang merupakan wilayah terbarat dari Kota Jakarta Selatan.

Konon, nama Kebayoran berasal dari kata Bahasa Betawi "kabayuran", yang artinya tempat penimbunan kayu bayur (pterospermum javanicum). Kayu bayur tersebut dianggap sangat baik karena kuat dan tahan terhadap serangan rayap.

Sampai sebelum kemerdekaan Indonesia, Kebayoran adalah sebuah distrik yang dikepalai oleh seorang wedana. Ia adalah bagian dari Kabupaten Meester Cornelis, yang wilayahnya sampai meliputi Ciputat. Kira-kira tahun 1938, Pemerintah Hindia Belanda merencanakan sebuah lapangan terbang internasional, yang batal terwujud karena Perang Dunia Kedua. Pemerintah Indonesia akhirnya mengembangkan areal itu menjadi wilayah Kebayoran Baru tahun 1969, sedangkan daerah lainnya menjadi wilayah Kebayoran Lama. Tahun 1990, sebagian wilayah Kebayoran Lama kembali dipisahkan untuk menjadi wilayah Pesanggrahan.

Wilayah Kebayoran Lama membentang dari Pertigaan Rawa Belong, Kemandoran, Palmerah hingga di selatan yakni Pasar Jumat, Ciputat, dan Lebak Bulus.

Semoga bermanfaat


| Jakarta, 25 November 2023 | samidirijono |

(Tulisan ini dikirimkan oleh ⁨Dadang Satyawan, IAI di grup WA tanggal 23 Agustus 2023 pukul 10:16, kami hanya menyelaraskan beberapa kata sesuai EYD. Gambar peta disusulkan oleh Ruben Tangido pukul 13:00 di hari yang sama.) 
November 25, 2023 No Post a Comment

Kalimantan Barat, 12 Desember 2021 pukul 8.00 – 12.15 | daring
Resume Penataran Strata 4

Narasumber:
    • Anneke Prasyanti
      Principal Architect: Bhumiaras Hospitality & Design
    • Ar. Deliana Suryawinata, S.T., M.Arch., IAI
      SHAU Architect

Moderator:
    • Ar. Izazaya Binta, IAI


Pada sesi pertama mengenai Strata 4 tentang Pandangan dan Harapan Pengguna Jasa Arsitek Terhadap Arsitek Indonesia menampilkan dua orang narasumber Anneke Prasyanti dan Deliana Suryawinata. 



Anneke Prasyanti

Diawali oleh arsitek Anneke yang menampilkan beberapa proyek heritage  yang pernah dikerjakannya. Ia menceritakan bagaimana cara ia (arsitek) dalam bekerja yang dimulai dengan menemukan kembali space asli dari bangunan dikerjakan, hingga mencari data sampai ke negeri Belanda ketika mengerjakan bangunan milik Asuransi Jiwasraya yang dirancang oleh arsitek Schoemaker Brother. Ketika mengerjakan pun banyak hal-hal yang di luar dugaannya yang menambah wawasannya sebagai arsitek, seperti terdapatnya public space  di belakang gedung.

letak public space

Atau keterkejutannya bahwa Schoemaker ternyata memperhatikan pencahayaan, sebagaimana atap kaca (skylight) yang diterapkan pada area tangga. Hal yang justru berbeda dengan yang dilakukan oleh arsitek milenial dewasa ini. Matahari, angin, hujan adalah resouces,  jangan dibuang, jangan dihilangkan, tetapi justru dimanfaatkan.

cahaya-banjir-tulisan

Di lain pihak bagaimana memikirkan solusi untuk mengatasi masalah banjir pada bangunan itu, yang tentunya dengan melibatkan para tenaga ahli terkait. Mengelola data dan engineer  itu penting di saat kita mengerjakan bangunan, apalagi bangunan heritage. Lalu bagaimana usaha mengangkat (menemukan) kembali dan berusaha mempertahankan keaslian dari karya itu sebagaimana pada zamannya ketika gedung ini dibuat. Jadi arsitek harus update  terus terhadap teknologi, tetapi jangan lupa juga dengan sejarah. Jangan copy-paste  tetapi berpikir, menggambar, dan memproduksi.

Bagaimana membuat businnes plan  untuk setiap proyek, bagaimana membuat tim, mencari investor, kerja sama dengan bupati, gubernur atau pejabat terkait, contoh ketika hendak memotong trotoar untuk akses di depan bangunan cukup dilakukan dalam 2 minggu. Jadilah arsitek yang solutif.

Demikianlah yang dilakukan oleh arsitek Anneke dalam menyikapi Pandangan dan Harapan Pengguna Jasa Arsitek Terhadap Arsitek Indonesia.


Deliana Suryawinata

Narasumber kedua pada sesi pertama, arsitek Deliana Suryawinata lebih banyak berbicara membahas isi buku Pedoman Hubungan Kerja Antara Arsitek dengan Pengguna Jasa yang diterbitkan terakhir oleh IAI pada tahun 2007 lalu dan diakhiri dengan menampilkan beberapa karya arsitekturnya.

Materi seminar adalah mengenai siapa itu arsitek dan pengguna jasa, tahap-tahap pekerjaan arsitektur, hubungan arsitek, klien, kontraktor, kemudian tentang hak dan kewajiban arsitek dan pengguna jasa, kontrak kerja dan fee, dilanjutkan dengan studi kasus, dan diakhiri dengan diskusi.

Arsitek dalam UUCK (Undang-Undang Cipta Kerja) No. 11 Tahun 2020 digolongkan dalam profesi ahli, yaitu seseorang yang telah memenuhi  standar kompetensi dan ditetapkan oleh lembaga yang diakreditasi oleh Pemerintah Pusat, yang layanannya wajib memenuhi standar kinerja arsitek. Penjelasan mengenai arsitek sendiri lebih lengkapnya ada di Mukadimah Pedoman Hubungan Kerja Antara Arsitek dengan Pengguna Jasa. 

Siapakah arsitek?

Sedangkan Pengguna Jasa Arsitek menurut UUCK adalah pihak yang menggunakan jasa arsitek berdasarkan perjanjian kerja.

Siapakah pengguna jasa arsitek?

Ada pun tahap-tahap pekerjaan arsitektur adalah meliputi konsep rancangan, prarancangan, pengembangan rancangan, pembuatan gambar kerja, proses pengadaan pelaksana konstruksi, dan terakhir adalah pengawasan berkala. Tahapan itu bisa dilakukan sebagai satu kesatuan atau secara sebagian saja.

Alur tahapan kerja

Ada pun hubungan arsitek, klien, kontraktor dapat digambarkan sebagai berikut.

klien-arsitek-kontraktor

Dalam suatu proyek dapat juga melibatkan manajemen konstruksi atau manajemen proyek. Manajemen Proyek adalah pengelolaan jalannya proyek konstruksi secara menyeluruh yang dimulai sejak proses tahap persiapan inisiatif proyek.

klien-PM-arsitek-kontraktor

Sedangkan yang dimaksud dengan Manajemen Konstruksi adalah pengelolaan dan pelaksanaan pekerjaan pelaksanaan konstruksi secara menyeluruh dengan cara mengorganisasikan dan mengoordinasikan semua pelaksana konstruksi (termasuk spesialis dan pemasok) serta mengarahkan pelaksanaan konstruksi.

klien-PM-MK-arsitek-kontraktor

Mengenai hak dan kewajiban arsitek dan pengguna jasa telah pula diatur dalam Pedoman Hubungan Kerja Antara Arsitek dan Pengguna  Jasa IAI, dan di dalam UUCK.

Hak dan Kewajiban Arsitek diatur dalam Pasal 28 Pedoman Hubungan Kerja, termasuk pengaturan tentang hak milik dan hak kekayaan intelektual di Pasal 31 yang mencakup hak milik, hak perwujudan rancangan, tanda nama, serta hak dokumentasi dan penggandaan.

Sedangkan hak dan kewajiban pengguna jasa diatur dalam Pasal 29 Pedoman Hubungan kerja, serta di dalam UUCK Pasal 40 Ayat 2 yang mengatur tentang kewajiban pemilik bangunan gedung, dan Pasal 41 yang mengatur tentang hak dan kewajiban pemilik dan/atau pengguna bangunan gedung.

Perjanjian (kontrak) kerja dan Imbalan Jasa (fee) diatud dalam Pedoman Hubungan Kerja Pasal 19 hingga 24, beserta lampirannya yang mencakup perhitungan imbalan jasa termasuk penjelasan kategori bangunan dan juga biaya langsung personel (remuneration).

Tahapan Pekerjaan hingga bobot persentase pun telah diatur dalam Pedoman Hubungan Kerja IAI.

Tahap pekerjaan dan bobot presentase

IAI pun telah pula menyiapkan bentuk kontrak kerja untuk Perjanjian Kerja Pekerjaan Perancangan. 


Contoh Studi Kasus

diagram dan diskusi

Microlibrary warak kayu

Demikian hasil resume yang bersumber dari bahan yang disampaikan oleh kedua narasumber pada sesi 1 (Strata 4) Pandangan dan Harapan Pengguna Jasa Arsitek Terhadap Arsitek Indonesia.

| Jakarta, 13 Desember 2021 | samidirijono |
(gambar-gambar diambil dari bahan paparan narasumber)


Desember 18, 2021 No Post a Comment

Rumah Anda sudah tidak senyaman dahulu?  Periksa, apakah sirkulasi udaranya masih baik?

Rumah yang baik adalah rumah yang dirancang dengan sirkulasi udara yang baik sehingga nyaman untuk ditinggali.

Banyak rumah yang setelah dihuni lama semakin terasa tidak senyaman dahulu, kala pertama ditinggali. Salah satu penyebabnya bukan lain karena sirkulasi udara yang kian memburuk dari waktu ke waktu, tanpa kita sadari.

Rumah bisa kian terasa panas selain disebabkan oleh suhu bumi yang kian meningkat sebagai dampak pemanasan global yang terus terjadi, juga ditambah lagi karena angin tidak lagi bebas untuk keluar masuk rumah.  

Ada 2 hal yang bisa dipilih, membiarkan udara bergerak bebas atau membatasi pergerakan (sirkulasi) udara.

Kenapa sirkulasi udara harus dibatasi?

Karena untuk menghindari kunjungan serangga, khususnya serangga terbang seperti nyamuk, lalat, atau pun laron masuk ke rumah kita. Sampai saat ini sepertinya belum ditemukan cara jitu bagaimana mengatasi hal ini tanpa mengganggu jalannya sirkulasi udara.

Untuk mengatasi nyamuk di rumah, yang paling banyak dilakukan adalah dengan memasang kawat (kasa) nyamuk.

Nah, penggunaan kasa nyamuk ini selain menahan serangga terbang masuk juga bisa menyaring  debu dan kotoran, yang karena perubahan cuaca menempel di kasa nyamuk dan lama kelamaan kian menghalangi aliran udara yang akan masuk mau pun keluar rumah. Hal inilah yang bila tidak dirawat dengan baik membuat kita merasa sumuk (gerah) di dalam rumah.



Cara merawatnya ya sederhana saja, dengan cara rajin dan rutin membersihkannya.

Apabila sirkulasi udara terhambat, maka penghuni rumahlah yang paling merasakan dampaknya, mulai dari di rumah terasa sumuk hingga penyakit pun bisa berdatangan silih berganti.

Mengingat letaknya yang kadang sulit dijangkau, membersihkan kasa nyamuk bisa dilakukan setiap enam bulan sekali atau minimal setahun sekali. Selain membersihkan kasa nyamuk juga jangan lupa area lubang ventilasinya sekalian dibersihkan.



Cara membersihkannya dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari menggunakan kuas, sikat, penyedot debu (vacuum cleaner), hingga menggunakan air dan sabun, hal itu tergantung bahan kasa yang digunakan.



Bila telah dibersihkan, maka Anda akan merasakan perbedaannya di satu atau dua hari ke depan paling lama.

Jadi jangan lupa membersihkan kasa nyamuk di rumah Anda agar rumah selalu nyaman untuk ditinggali.

Sirkulasi udara lancar, kita pun sehat. 


| 7 Juni 2021 | samidirijono |
(foto diambil dari koleksi pribadi dan berbagai sumber)


Juni 07, 2021 No Post a Comment

penjurianKegiatan penghargaan yang telah dilaksanakan untuk ke-7 kalinya sejak tahun 2003 oleh Departemen Pekerjaan Umum dan IAI tidak pernah absen dilibatkan dalam kepanitiaan penghargaan ini sejak awal. Untuk penghargaan tahun 2009 kali ini mengambil tema Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi Dalam Penyelenggaraan Jasa Konstruksi.

Untuk penyelenggaraan PKKI kali ini sudah lebih maju dibanding tahun-tahun sebelumnya, di mana untuk kali ini telah dapat dilaksanakan sosialisasi penghargaan di beberapa kota di tanah air. Panitia dibagi dalam beberapa kelompok untuk tugas ini, IAI mendapat tugas sosialisasi di kota Surabaya (Jawa Timur), Pontianak (Kalimantan Barat), dan Mataram (Lombok).

Popo Danes  & istriJuga telah dilaksanakan tinjauan terhadap karya calon pemenang penghargaan, di mana IAI ikut serta dalam tim peninjau saat Prof. Eko Budihardjo mewakili para juri melakukan tinjauan terhadap bangunan Ubud Hanging Garden di Ubud, Bali sebagai tahap akhir penjurian guna memastikan bahwa karya ini memang patut untuk diberi penghargaan. Akhirnya Ubud Hanging Garden yang merupakan karya Popo Danes, IAI dipastikan memenangkan penghargaan untuk kategori teknik arsitektur.

Susunan Dewan Juri

  1. Prof. Ir. Eko Budihardjo, MSc (akademisi)
  2. Prof. Ir. Johan Silas (akademisi) - absen saat penjurian
  3. Prof. Dr. Ir. Chaidir A. Makarim (profesi) - absen saat penjurian
  4. Dr. Ir. Akhmad Suradji (akademisi)
  5. Ir. R. Bambang Goeritno, Msc., MPA (pemerintah)
  6. Ir. Mashudi, Dipl.HE (profesi)
  7. Ir. Suharyono, M.Eng (pemerintah)
  8. Ir. Suhartono (profesi)
  9. Ir. Davy Sukamta (profesi)
  10. Ir. Bambang Eryudhawan (profesi) - wakil dari IAI

Jumlah peserta

  • Kategori Teknik Konstruksi : 8 karya
  • Kategori Teknologi Konstruksi : 3 karya
  • Kategori Teknik Arsitektur : 4 karya
  • Kategori Teknologi Tepat Guna : 1  karya
  • Catatan:
    Di luar ke-16 karya di atas, saat penyaringan administrasi oleh panitia ditemukan 2 karya belum diwujudkan, sehingga keduanya dimutasi ke panitia lomba karya ilmiah dan saat berlangsungnya penjurian ditemukan pula 1 karya belum diwujudkan sehingga tidak diberi penilaian oleh dewan juri

Pemenang penghargaan

  • Kategori Teknik Konstruksi
    Sistem Perkuatan Tanah dengan Metode Bored Pile dan Soil Cement pada Lokasi Tambang Batu Bara, Sebuku, Kalimantan Selatan karya PT Pembangunan Perumahan
  • Kategori Teknologi Konstruksi
    Tidak ada pemenang
  • Kategori Teknik Arsitektur
    Ubud Hanging Garden,
    Bali karya Arsitek Popo Danes, IAI
  • Kategori Teknologi Tepat Guna
    Turbidity Certain
    untuk Menahan Sedimen pada Proyek Pembangunan Jalan/Jembatan Ruas Banda Aceh-Lamno karya PT Wijaya Karya

Penganugerahan penghargaan dilakukan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum, Joko Kirmanto di Taman Mini Indonesia Indah pada tanggal 30 November 2009 dan disiarkan dalam siaran tunda oleh Metro TV.

Demikian laporan singkat kegiatan PKKI tahun 2009 dan bersama laporan ini kami sampaikan untuk IAI sebuah buku yang dibuat oleh Panitia PKKI, buku Penghargaan Karya Konstruksi Indonesia 2009 yang merupakan liputan karya pemenang sebagai pelengkap laporan ini.

Jakarta, 8 Februari 2010

Samidirijono

 

catatan: laporan ini dipublikasikan di situs IAI pada 24 April 2010

Juli 14, 2010 No Post a Comment

Tulisan ini diangkat dari penjelasan atas permintaan seorang kawan, arsitek senior, tentang penyelenggaraan Seminar Seks dan Arsitektur, yang kutipan permintaannya begini "tolong diterangin dikit donk maksud temanya tuh, ntar udah pada 'hot' dateng eeh kagak ade ape2nya..."

Ah pura-pura tidak tahu atau cuma mau ngetes doang nih? Karena yang namanya arsitek itu pasti paham tentang arsitektur dan paham akan seks kan he.he.he...

Nah berikut ini adalah gambaran singkat tentang maksud seminar Seks dan Arsitektur itu. Yang diharapkan dari seminar ini, ada atau tidak ada hubungan keduanya--antara seks dan arsitektur.

Contoh, Marilyn Monroe yang hot itu dalam salah satu peran di film The Seven Year Itch di tahun 1954 kan ada adegan yang mengibar-kibarkan roknya tepat di atas tempat (lubang) yang terdapat angin kencang yang berhembus ke atas. Michael Jackson juga dalam salah satu aksi panggungnya bermain-main dengan angin yang dihembuskan dari bawah. Michael laki-laki, Marilyn perempuan, meski beda kelamin tapi sama-sama suka adegan itu. Lantas apa hubungannya dengan angin ya?

Dulu sewaktu kuliah di arsitektur dikenal istilah angin arsitektur, yaitu angin yang bisa berkelok-kelok terserah bagaimana tangan ini mulai menggoreskan pensil atau tinta di denah atau potongan bangunan yang sedang dirancang, di mana angin itu bisa berkelok-kelok lantas keluar di tempat yang diinginkan. Padalah kenyataannya sih boro-boro, yang kebanyakan terjadi justru di tempat itu mati angin!

Nah Marilyn dan Michael merupakan dua orang dengan jenis kelamin yang berbeda tapi keduanya suka dengan adegan angin. Efek yang dihasilkan oleh angin tadi berbeda untuk pria dan wanita itu. Sang wanita terkesan malu dan berusaha menutupi roknya yang berkibar terkena hembusan angin, sementara sang pria justru menjadikan hembusan angin itu untuk menampilkan kesan keperkasaannya. Dari segi arsitektur, perancang harus pandai menempatkan arah hembusan angin agar tidak vulgar, untuk menampilkan kedua kesan yang bertolak belakang tadi. Itulah gambaran dari seks dan arsitektur.

Contoh lain, kalau kita melihat Tugu Monas (Monumen Nasional) banyak yang berpendapat itu maskulin karena menampilkan kejantanan pria (lingga). Tapi apa betul itu hanya melambangkan maskulin? Kalau kita mau memperhatikan dengan perasaan yang lebih mendalam, Monas itu melambangkan puncak hubungan cinta kasih antara pria dan wanita (suami-istri) secara timbal-balik. Tidak percaya?

Coba perhatikan dan amati baik-baik Tugu Monas. Kalau dari sudut seksologi itu melambangkan posisi pria di bawah dan wanita di atas. Belum percaya juga? Lihat gambar, bayangkan dalam pikiran Anda di sana bentuk penis (lingga) yang menembus vagina (yoni). Jadi Monas itu bukan lambang kejantanan semata, tapi lebih tepat sebagai lambang cinta kasih yang harus dibangun di negeri ini. Cuma sayang rakyatnya belum sadar, sehingga masih pada berkelahi melulu.

Itu penjelasan versi pribadi, kalau mau tahu penjelasan yang lebih jelas silahkan baca di leaflet, sedangkan kalau mau tahu detailnya ya kudu datang ke seminar Seks dan Arsitektur tanggal 25-26 Maret 2010 di Kampus Universitas Tarumanagara, he.he.he....

| 11 Maret 2010 | samidirijono | arsitek |

 

  • Sumber tulisan adalah e-mail kepada Firdauzy Noor tanggal 10 Maret 2010.
  • Sumber foto dari internet dan koleksi pribadi.

 

sumber: http://balaijumpa.blogspot.com/2010/03/seks-dan-arsitektur.html

 

Maret 13, 2010 No Post a Comment
Newer Posts
Older Posts

inFormasi

  • info LOKER ++
    Content Creator Interior Design
  • info karier
    Therapist | Jabotabek
  • info Kegiatan
    terampil bekerja dengan ai 5-8 Oktober 2026
  • job vacancies
    Backend Developer, Backend Developer
Perlihatkan 3 Perlihatkan Semua

HOT BULAN INI

  • Sejarah KEBAYORAN BARU
  • Pandangan dan Harapan Pengguna Jasa Arsitek Terhadap Arsitek Indonesia
  • Candi Borobudur

Populer

  • Pandangan dan Harapan Pengguna Jasa Arsitek Terhadap Arsitek Indonesia
  • Pejaten Raya dan Pejalan Kaki
  • Sejarah KEBAYORAN BARU

terAnyar

perTinggal

  • ▼  2026 (1)
    • ▼  Mei (1)
      • Tanaman (pagar) Teh-tehan
  • ►  2025 (2)
    • ►  April (1)
    • ►  Februari (1)
  • ►  2023 (1)
    • ►  November (1)
  • ►  2021 (2)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Juni (1)
  • ►  2010 (7)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (5)
  • ►  2009 (10)
    • ►  November (1)
    • ►  Mei (9)

ruang Baca

  • mariWARAS
    Sistem 15 Cakra (Sha-Ka-Ra)
    1 minggu yang lalu
  • camKan
    Kisah Singa, Rubah, dan Keledai
    1 minggu yang lalu
  • pos Ngakak
    Kebutuhan Istri vs Suami
    1 minggu yang lalu
  • catatan sami
    Siapa Tak Kenal Presiden Senegal Bassirou Diomaye Faye?
    1 tahun yang lalu
Perlihatkan 1 Perlihatkan Semua

About me

foto
a r s i t e k   s a m i
di UngKAPAN arsitekku ini adalah tempat kita berbagi dan diskusi seputar hal-hal yang berhubungan dengan arsitektur ... selengkapnya tentang profesi kami
arsitektur bencana elemen infrastruktur interior lingkung bina material panduan pedestrian penghargaan peraturan ruang publik sejarah sirkulasi udara tata letak transportasi
Kebijakan Privasi | Penafian | Hubungi Kami

Created with by ThemeXpose